2019 BERAKHIR KENANGAN, 2020 BERAWAL GENANGAN

2019 Berakhir Kenangan, 2020 Berawal Genangan - sigerkita.com
Sigerkita.com – Kamis, 02 Januari 2020 seluruh warga Jabodetabek masih terendam banjir. Pergantian tahun 2019 pada umumnya masyarakat merayakan dengan berbagai bentuk kegiatan, seperti : ada yang hadir konser, membuat moment makan malam bersama keluarga, merencanakan kegiatan evaluasi diri sebelum berganti tahun dan masih banyak hal yang dilakukan untuk menutup kenangan tahun 2019.  

Namun tidak bagi warga Ibukota Jakarta, malam pergantian tahun daerah Ibukota diguyur hujan deras yang turun sangat intensif sehingga berakibat banjir. Lebih dari 24 jam kota Jakarta dan sekitarnya masih dalam keadaan bergenangan air. Merayakan malam pergantian tahun warga Jakarta sibuk mengatasi musibah banjir yang menjadi langganan. Dalam recorder yang tersebar luas kemarin (Rabu, 01 Januari 2020) Pemprov DKI Jakarta (Anies Baswedan) memberikan instruksinya antara lain :
“Kepada seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta agar ikut turun tangan langsung dalam mengatasi banjir, dengan mendatangi kantor kelurahan terdekat bekerja dibawah koordinasi para Lurah membantu untuk menyelamatkan warga. Siapkan evakuasi warga terdampak. Pastikan tempat-tempat pengungsian segera siap. Seluruh kantor-kantor pemerintahan dan sekolah harus siap menjadi tempat pengungsian. Siapkan dapur umum, siapkan pos kesehatan, dan pastikan semua tenaga kesehatan siap. Obat-obatan, makanan siap saji, air minum, toilet umum dan semua kebutuhan dasar lainnya supaya segera dalam posisi siap. Pastikan keamanan warga di tempat tinggal dan jalanan aman.”
Instruksi tersebut segera ditindak lanjuti, direspon cepat sehingga mampu mengatasi musibah banjir bagi warga Jakarta pada fase pertama yaitu evakuasi. Meski demikian bila dibandingkan dengan catatan musibah banjir yang terjadi di Jakarta, kali ini sudah dirasa lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. 


2019 Berakhir Kenangan, 2020 Berawal Genangan - sigerkita.com
Aprilia Gita Lestari (20) warga asal Lampung yang melakukan perjalanan kegiatan ke Jakarta Pusat mengaku saat tiba di Jakarta hari Selasa, 31 Desember 2019 (sore hari) langit terlihat mendung begitu gelap. Dan tak lama dari itu hujan turun deras bahkan sangat lama sampai di tahun baru. Ia mengatakan kaget karena baru pertama kali melihat keadaan Ibukota banjir. Banjir tersebut mengakibatkan transportasi umum terhambat, terbukti saat ia akan menaiki KRL sedikit terkendala karena rel KRL masih terendam banjir. 

Sejalan dengan hal tersebut Anies Baswedan juga menghimbau agar warga mengurangi kendaraan bermotor hingga kawasan sudah bebas dari genangan air, terutama di daerah-daerah yang terdampak banjir terparah yaitu sekitar Sungai Ciliwung, Kali Krukut, Kali Sunter, dan Grogol.

Informasi yang kami peroleh dari salah satu rekan kami Agus Salim (22) yang bekerja di salah satu kantor jasa pengantar barang, memaparkan kesulitan saat hendak berangkat - pulang kerja. “Saya hendak pulang ke Cikarang Barat, saya pergi ke dekat stasiun Polris. Sampai di stasiun rel kereta terendam air. Saya mencari solusi untuk mengendarai Bus, namun tol juga sedang tidak dapat dilewati. Akhirnya saya balik lagi ke stasiun, meski belum bisa akhirnya saya naik Bus yang hanya sampai di Bekasi Timur setelahnya saya ke stasiun Bekasi Timur, naik kereta lagi sampai di stasiun Tambun dan naik kendaraan Elf (sejenis angkutan kota namun ukurannya lebih besar) untuk sampai di tempat kost”.  



Musibah datang kapan saja dan dimana saja, tidak mengenal bagaimana keadaannya dan siapa yang terkena dampaknya. Menurut BMKG curah hujan akan terus meningkat sampai bulan Maret 2020. Kita semua berhak waspada dan berhati-hati. Dalam situasi ini sebaiknya tidak untuk saling menyalahkan satu sama lain, yang perlu dilakukan adalah aksi cepat mengatasi masalah. Bagi seluruh warga yang terkena musibah, mari ingat kembali bahwa musibah datang dari Allah. Mari kuatkan diri dengan terus berdoa “Ya Allah berikan kami pahala berlipat ganda selamatkan kami di akhirat dan berikanlah kami ganti yang lebih baik dari musibah yang menimpa kami”. (diambil dari postingan terbaru selebgram Hawaariyyun).

Semoga bagi siapapun yang kehilangan harta bendanya dari musibah banjir ini, akan Allah ganti yang lebih baik. Serta kelak menjadi pahala yang menyelamatkan diri di hari akhir. Bagi seluruh pembaca yang saat ini sedang dalam keadaan  baik-baik saja, tidak tergenang air, dan tidak merasakan kesusahan. Mari bantu, doakan dan syukuri keadaan dan waktu yang baru di tahun 2020 ini untuk terus berusaha lebih baik, berbuat baik, membantu siapa saja, dan bermanfaat bagi semua. Agar kapanpun tahunnya berakhir, kita akan menutup kenangan dengan penuh kebaikan. 

Kertosari, 
Reren Selawati.

2 Komentar untuk "2019 BERAKHIR KENANGAN, 2020 BERAWAL GENANGAN"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel