KARYA HEBAT

Karya Hebat - sigerkita.com
Seperti layaknya seorang musafir yang berkelana pada padang fana, maka akupun juga. Bukankah memang seperti itulah sejatinya akan sebuah hidup dan kehidupan yang ia adalah sebuah perjalanan panjang yang pada saatnya engkau berhenti maka pemberhentian terakhir adalah akhirat yang ia kekal didalamnya. Dan sebaik-baik tempat pemberhentian adalah syurga. Tak ada kata istirahat dalam sebuah perjalan sampai menemukan syurga di persinggahan terakhirnya. Pertanyaannya adalah bagaimana cara mendapatkan syurga? apakah hanya berdiam diri, sambil menunggu hidayah menghampiri? atau berleha-leha sambil menunggu emas permata jatuh dari angkasa? Tidak, tidak sesederhana dan segampang itu, untuk  mendapatkannya ada usaha didalamnya. Allah SWT berkata dalam firmannya QS. Ali-Imran:195 yang artinya:
"...Sesungguhnya Aku tidak akan menyia-nyiakan amal orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki maupun perempuan..."
Seperti ketika Allah telah selesai menciptakan surga dan neraka, Allah berfirman kepada malaikat jibril, “Pergilah ke surga, dan lihatlah apa yang telah aku persiapkan untuk penghuninya di sana”. Malaikat Jibril memenuhi perintah tersebut, dan beberapa waktu kemudian ia datang menghadap kepada Allah dan berkata, “Yaa Allah, demi segala keagungan-Mu, tidak seorangpun yang pernah mendengar cerita tersebut, kecuali ia sangat ingin memasukinya!”. Kemudian Allah memerintahkan malaikat lainnya untuk menghiasi (menutupi) surga tersebut dengan hal-hal yang tidak disukai dan berbagai macam perintah peribadatan yang harus dilakukan untuk bisa memasukinya. Setelah semua itu selasa, Allah memerintahkan malaikat Jibril untuk sekali lagi melihat keadan surga. Ketika kembali kehadapan Allah, ia berkata, “Demi segala Keagungan-Mu ya Allah, aku khawatir tidak seorangpun yang akan mampu memasukinya."

Kisah tersebut membuat aku semakin tersadar bahwa, untuk pencapaian yang luar biasa, maka ada usaha yang tidak boleh biasa-biasa saja. Amalan sebisanya, sedekah seadanya, membantu sekenanya. Berikanlah yang terbaik yang kamu punya dan kamu bisa untuk saudara. Bukankah kullu ma’aruufin shadaqah… setiap kebaikan adalah sedekah. Jika memang bercita-cita syurga maka ahsanu amala adalah pekerjaannya. Ciptakan amalan-amalan terbaik, setiap detiknya, setiap menitnya, setiap jamnya, setiap harinya, setiap bulannya, setiap tahunnya, atau bahkan setiap tarikan nafas kita, tercipta maha karya yang luar biasa.

Dulu aku tak pernah memikirkan hal-hal seperti itu, diri masih sangat asyik dengan buku-buku pelajaran yang harus ditelan yang kemudian dimuntahkan saat ujian dan akhirnya menghilang, tidak ada pelajaran yang didapatkan, sesekali masih asyik dengan sinetron roman picisan, yang akhirnya terbawa suasana sehingga menurunkan semangat perubahan. Padahal, sejatinya pemuda itu adalah generasi perubahan, bukan generasi yang payah-payahan yang termakan lagi cinta yang melenakan dan akhirnya menurunkan semangat perubahan. Bahkan mungkin sampai detik ini aku masih sama dengan diriku beberapa tahun yang lalu, masih sangat asyik  dengan diri sendiri atau hanya sekedar coret-coret kertas sambil mensketsa gambaran masa depan yang diinginkan, oh ya menjelajah dunia maya juga merupakan kegiatan yang mengasyikkan. Namun, lagi-lagi dimana letak kebermanfaatannya? dimana letak yang engkau ingin menciptakan syurga untuk dirimu atau bahkan engkau menjabatani orang lain untuk menuju syurga itu. Intinya, apa manfaat dirimu untuk orang disekitar mu. Coba pikirkan!

Tibalah pada saat Allah pertemukan aku dengan mereka dipersimpangan dari perjalananku, orang-orang yang luar biasa dengan perilakunya. Mereka yang dengan keunikannya mau tak mau membuatku berpikir, akan makna dari sebuah kehidupan. Pertemuannya, kisah didalamnya, pertentangan yang pada akhirnya membuat kami saling menguatkan, sehingga pada akhirnya tak mau untuk dipisahkan (agak lebay ya). Tapi, seperti itulah adanya, meski banyak asa yang sering mereka torehkan namun masih lebih banyak warna yang mereka lukiskan, banyak kata perubahan yang sering mereka lontarkan. Kata semangat yang sering mereka serukan.

Mengenal mereka membuatku mampu mengambil segala hikmah dari pelajaran yang mereka tawarkan, yaitu tentang hidup yang bukan hanya perihal diri kita sendiri dan mencoba belajar untuk menjadi sebaik-baik manusia. Maka, atas nama persaudaraan dan semangat menebar kebaikan lahirlah sebuah platform sigerkita.com yang merupakan bentuk ikhtiar kami menciptakan kebaikan untuk banyak orang dan berharap dengan adanya sigerkita.com mampu mempererat persaudaraan ini agar selalu bisa menginspirasi tanpa henti untuk kita semua yang dengan begitu semoga kita semua bisa mengadakan reuni di syurga, firdaus namanya. Aamiin :)

Belitang, 31 Desember 2019

2 Komentar untuk "KARYA HEBAT"

  1. Aku udah baca berulang. Bahasanya halus mudah dicerna.

    Bermanfaat untuk orang lain. Sontak aku dapet energi baru setelah baca tulisan ini. Terimakasih banyak ya.

    BalasHapus
  2. Adem tulisan nya.. sungguh menginspirasi & menenangkan hati.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel