MANDI SEBAGAI REFLEKSI AKHIR TAHUN

Mandi Sebagai Refleksi Akhir Tahun - sigerkita.com
Mandi adalah aktifitas rutin yang setiap hari kita lakukan. Segala aktifitas sehari-hari berhukum mu'bah seperti makan, minum, mencuci, termasuk mandi dan lain sebagainya. Namun, mandi bisa menjadi wajib, sunnah, makruh dan haram bergantung sebab atau hal yang melatarbelakanginya. Arti mu’bah adalah apabila sesuatu dilakukan dan ditinggalkan tidak mendapat pahala dan dosa. Namun mari ingat kembali, dalam hadits arbain yang berkaitan tentang niat : "Innamal a'malu bin niyyah" artinya, "Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niat." Jelas bahwa semua aktifitas yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari yang paling utama dilihat bagaimana niatnya, dan dengan niat karenaNya mandi adalah wujud ibadah dan bernilai kebaikan disisiNya (semoga). 


Mandi yang biasa kita lakukan adalah aktifitas membersihkan diri dari banyak kotoran yang melekat di tubuh, menjauhkan diri dari banyak kuman penyakit dan membasminya dengan sabun sebagai produk ber-pH basa. Mandi juga mampu membuat seseorang menjadi lebih segar, fresh dan kembali semangat untuk melakukan aktifitas yang lain. Tentu saja, mandi selalu dilakukan diawal waktu dalam memulai aktifitas (pagi hari) atau mengakhiri aktifitas yang panjang untuk beristirahat (sore hari).

Mandi sebagai refleksi diri akhir tahun dimaksudkan adalah upaya untuk membersihkan diri dari banyaknya kotoran-kotoran yang melekat di hati, seperti : sombong, iri, dengki, sering ghibah, merasa tidak cukup, merasa paling nelangsa, angkuh, tidak mau mengalah dan sederet kotoran yang membuat plak-plak hati kita menjadi kotor. Tujuan merefleksikannya di moment akhir tahun adalah untuk benar-benar menyudahi segala aktifitas tahun 2019 yang membuat tubuh lelah, penuh kotoran, banyak keburukan dan berniat mengawali tahun 2020 dengan penuh semangat sebagai wujud baru untuk lebih berdaya guna.

Cara terbaik mandi adalah dengan muhasabah, mengevaluasi diri, bercermin dan bertanya kepada orang-orang terdekat tentang kekurangan yang harus dibenahi dan kelebihan diri yang harus ditingkatkan. Hal ini dimulai sejak kapan? sejak hari ini!! supaya wajah baru dan kesegeran baru diperoleh diawal tahun depan. Seperti layaknya sebuah ilmu retorika, dikatakan oleh pakar-pakarnya bahwa “Bicara yang berpengaruh dan berhasil dilihat pada 5 menit pertama pembicaraan itu dimulai”. Keberhasilan tahun 2020, dimana ada 12 bulan atau 365 hari ditentukan salah satunya adalah bagaimana moment awal tahunmu bergairah, semangat dan penuh optimisme.

Kulik dan buka kembali lembaran catatan target tahun 2019 yang mungkin sudah lama dilupakan, tidak diprioritaskan bahkan malas mewujudkan. Buka! Baca! dan renungkan bahwa tulisan dan targetmu bukan kesia-siaan. Tidak ada mimpi yang tak berarti. Tidak ada cita-cita yang percuma. Maka analisislah mengapa banyak target yang belum terwujud, perbaiki semangat yang rumpang. Susunlagi narasi dan cita-cita mu yang mulai berantakan. Yakinlah bahwa tulisan, ucapan dan niat baik pasti akan berbuah baik. Yakinlah bahwa Allah sesuai dengan prasangka hambanya. Yakinlah bahwa pelan-pelan alam akan mengizinkan dan mencoba mewujudkan semua cita yang diam-diam dan terang-terangan engkau usahakan.

Refleksikan juga dirimu untuk mengucapkan banyak terimakasih kepada Si Baik dan Si Buruk yang datang bertubi-tubi menemani perjalanan hidupmu sampai saat ini. Si Baik dan Si Buruk yang kumaksud bisa jadi orang-orang disekitarmu, kejadian, situasi dan apapun itu. Berterimakasih kepada Si Baik, berkat bantuanya / kehadirannya lihatlah engkau mampu tumbuh sebesar ini. Siraman nasehat dan motivasi dari dari Si Baik engkau mampu berada pada titik ini. Bantuannya yang tulus dan selalu mengingatkanmu saat lalai nyatanya mengubah dirimu yang pelupa menjadi lebih sedikit rajin. Karena Si Baik engkau mampu melewati titik dimana engkau mati berkali-kali namun bangkit berkali-kali. 

Berterimakasihlah pada Si Buruk karena sungguh berkat keburukannya kini engkau mampu sekuat ini, tidak cengeng (sering menangis) seperti kemarin, setegar dan segigih dalam melawan kemungkinan buruk yang terjadi. Karena Si Buruk kini engkau mampu menebalkan telinga, tak lagi mengambil hati semua perkataan buruk tentang dirimu. Karena Si Buruk engkau menjadi semakin Baik. Terimakasih pada mereka.

Terakhir, untuk benar-benar mandi mari perbanyak diri untuk mensyukuri. Lihat pencapaianmu di tahun 2019. Thats amazing! Apapun itu, sebesar dan sekecil apapun keberhasilanmu, syukurilah! Lafadzkan “Alhamdulillahirrabil ‘alamiin” mantra singkat yang diucapkan dengan penuh renungan dan mengharap keberkahan dariNya adalah manjur (dalam bahasa Jawa yang artinya ampuh) mampu menambah banyak keberhasilan dan pencapaian di tahun 2020 dan tahun-tahun mendatang. So…  ada banyak banget cara buat mandi di akhir tahun, mari mandi, mari bergairah dan mari semangat karenaNya. 


Kertosari, 31 Desember 2019.
Reren Selawati.

2 Komentar untuk "MANDI SEBAGAI REFLEKSI AKHIR TAHUN"

  1. Kayak ditradisi suatu suku gitu ya makna filosofisnya. Tapi kebanyakan mereka melaksanakan tradisi mandi gitu di th baru hijriah.

    Jleb banget rasanya. Th lalu belum banyak berbuat apa2. Target2pun masih jauh dari yang yang diharapkan.

    Kolaborasi dari berberbagai tulisan diblog ini luar biasa kalau disatukan.
    Terus berkarya.

    Minimal akhir tahun depan bisa ceritalah. Selama setahub saya udah punya berapa judul karya di blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum faham juga terkait mandi mnjadi tradisi, yang jelas tulisan ini dibuat untuk siapapun yang suka dan males mandi. Supaya ngerti kalo mandi itu bisa buat fresh hehe. Terlebih mandi yang dalem makna yaitu membersihkan kotoran jiwa. Mumpung momentnya pas buat perbaikan, akhir tahun - awal tahun.

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel