REFLEKSI POLITIK AKHIR TAHUN


Refleksi Politik Akhir Tahun - sigerkita.com

Tahun 2019 sering disebut-sebut sebagai Tahun Politik. Mengapa demikian? karena mengingat ditahun ini, Negara Indonesia untuk pertamakalinya menyelenggarakan pesta demokrasi. Dalam pesta demokrasi yang dilaksanakan bulan april lalu, rakyat Indonesia memilih DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, DPD RI dan Presiden dan Wakil Presiden. Demokrasi yang digadang-gadang sebagai pesta rakyat, dalam proses memerlukan biaya, waktu dan tenaga yang begitu banyak demi berlangsungnya agenda 5 tahunan itu. Diantara banyak hal, pemilu memliki banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil, salah satunya adalah perlunya kita menumbuhkan toleransi politik, tidak hanya toleransi antar suku dan agama.

Sikap saling toleransi merujuk pada gagasan bahwa selama pesaing-pesaing kita bermain sesuai dengan aturan yang berlaku. Dalam konteks ini adalah tidak melawan dan melanggar aturan yang berlaku. Kita menerima bahwa mereka punya hak hidup, bersaing untuk memperebutkan kekuasaan dan pemerintahan. Dalam persaingannya rakyat Indonesia menyuarakan pendapat, boleh jadi kita tak setuju dan bahkan sangat tidak suka terhadap pesaing kita, tetapi kita harus menerima keabsahan mereka. Artinya kita harus mengakui bahwa pesaing kita dalam politik adalah warga negara yang baik, cinta terhadap negara, taat hukum dan tunduk pada konstitusi. Jangan sampai kita memperlakukan mereka sebagai sosok pengkhianat dan lain-lain. 

Sikap saling toleransi ini juga bentuk kesediaan rakyat untuk sepakat dan tak bersepakat dan berupaya menerima hasil yang sudah ditetapkan. Jika norma saling toleransi ini lemah, maka demokrasi akan sulit untuk dipelihara. Jika kita memandang lawan politik kita sebagai ancaman berbahaya, maka kita jadi takut mereka menang. Boleh jadi kita akan menggunakan segala cara untuk mengalahkan mereka sehingga membenarkan cara-cara otoriter. Yang perlu kita tumbuhkan bahwa lawan politik adalah sarana untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan sebagai musuh yang mengancam keberadaan kita. Hadirnya sigerkita.com sebagai sarana untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, berkarya dan berkontribusi untuk negara. 

Tri Sektiono / RS

5 Komentar untuk "REFLEKSI POLITIK AKHIR TAHUN"

  1. Yang lain pada bahas refleksi diri, di sini kita bisa dapet informasi ternyata refleksi politik juga perlu ya terutama buat anak-anak muda kaya kita 😄😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perlu banget. Apalagi buat sekelas ketua umum gitulah pokoknya. Hehe
      Happy politic days.

      Hapus
  2. Aku jadi terbuka. Dulu aku memaknai toleransi dalam arti sempit. Ternyata bisa dipasangkan dengan kata kerja apapun itu. Terimakasih pencerahannya.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel