CATATAN PERGANTIAN TAHUN

Catatan Pergantian Tahun - sigerkita.com
Assalamualaykum waromatullahi wabarokatuh,
Terimakasih Allah, sampai detik ini engkau masih memberikanku banyak fasilitas yang melimpah tiada tara secara gratis dan Cuma-Cuma. Ampunkan hamba ini, yang selalu kufur akan nikmat-nikmat yang Kau beri selama ini, yang belum mampu memaksimalkan daya juang diri, yang belum mampu menolong agama-Mu yang suci ini. Tak ada kontribusi berarti yang ku ukir selama ini jika dibanding dengan segala bentuk rahmat dan karunia-MU. Aku senantiasa berharap hidayah-Mu mengalir kepadaku sepanjang waktu. Karena sepenuhnya aku sadar, belum cukup diri ini menciptakan tameng terhadap godaan setan yang menjerumuskan dalam jurang kemaksiatan.

Wahai Muhammad SAW, penutup para nabi manusia terbaik di negeri ini. semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepadamu. Kepada para keluargamu dan sahabat-sahabatmu, baik yang telah tercatat indah dalam lembaran-lembaran sirah nabawiyah ataupun yang tersembunyi dari catatan sejarah saat ini.  Aku mencintaimu, dan aku selalu bermohon kepada Allah untuk memurnikan cinta ini, menuluskan rasa ini tanpa rasa takabur dihati. Aku bermohon semoga ajaranmu senantiasa tegak dimuka bumi dan kami semua pengikutmu diberi kekuatan oleh sang Illahi untuk menjalankan sunnahmu sampai akhir hayat kami. Akui kami sebagai umatmu kelak Wahai nabi Allah.

Bermuhasabah atau mengoreksi diri sendiri merupakan bagian peting dalam setiap sisi kehidupan manusia. Jangan sampai kita hanya jago mengoreksi orang lain, namun tak sanggup memberikan evaluasi terhadap diri sendiri. Pernah bingung dan tidak punya jawaban dari pertanyaan “kekurang kamu apa?”, “kelebihan kamu apa?”, “menurutmu dirimu...?” dan pertanyaan sejenisnya. Jika kita masih bingung atau masih ada keraguan dalam menjawab pertanyaan sejenis itu, berarti kita  masih tergolong orang yang belum cerdas memberi kritik terhadap diri sendiri.

Dunia ini seperti fatamorgana ya..., kelihatannya dekat tapi ketika didekati semakin menjauh, pengen itu, kalau itu sudah bisa didapet pengen ini. Tapi kalau waktu berlaku kebalikannya. Kelihatannya masih jauh tapi ujug-ujug (baca: tiba-tiba) sudah berlalu. Bulan Januari sepertinya baru kemarin, sudah sampai dibulan Desember aja sekarang ini. Nah sekarang pertanyaannya, sudah berapa kebaikan yang kita lakukan setahun penuh ini? karya apa yang sudah kita ukir selama setahun ini? sudah berapa banyak buku yang kita baca ditahun ini? sudah berapa banyak orang yang tersenyum karena hal baik yang kita lakukan? Sudah berapa kali khatam Al-Quran tahun ini? sudah berapa banyak ayat yang kita hafalkan ditahun ini? sudah berapa banyak tabungan direkening kita? sudah berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk memikirkan hal-hal baik? Sudahkan kita setahun ini membahagiakan kedua orangtua kita? Membuat mereka tersenyum bangga? Atau malah sebaliknya, ini tahun terKACAU menurut kita.

KACAU karena masih sedikit sekali hal baik yang kita lakukan tahun ini. Kacau, karena masih belum bisa melahirkan karya terbaik setahun ini. Kacau, karena masih sangat sedikit sekali buku yang kita baca, padahal kita tahu kalau investasi leher keatas itu baik adanya. Kacau, karena tahun ini justru banyak orang yang tersakiti hatinya akibat lisan kita, akibat celotehan kita dimedia sosial dan lain sebagainya. Kacau, karena masih sedikit khatam Al-Quran, masih bisa dihitung jari, atau bahkan malah tidak sama sekali, atau malah khatam Al-Quran dibulan ramadhan saja, padahal kita sadar dan tau kalau Allah bakal  tetap mencatat amalan baik hambanya dibulan-bulan lainnya. Kacau karena karena tak satu ayatpun yang kita hafalkan ditahun ini, sedang kita tahu betul kalau kelak kita bakal ukuran syurga kita itu bergantung pada ayat terakhir yang kita hafal. Kacau, karena uang ditabungan masih sedikit sekali, habis dan untuk membuat seneng diri sendiri, ngga usah berdalih deh itu untuk kebaikan, tabungan untuk masa depan itu jauh lebih penting nyatanya. Kacau, karena dalam setahun ini, waktu-waktu luang hanya kita gunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, main game (secara berlebihan), rebahan, dan lain-lain yang serba ngga bermanfaat lah pokoknya. Kacau, karena tahun ini banyak bantah omongan orang tua, kita sok pinter dihadapan mereka, lupa kalo dulu yang ngajarin ngomong itu mereka, setahun ini kita banyak nyakitin hati orang tua kita, atau parahnya lagi orang tua kita sampai nangis batin atau nangis beneran karena kelakukan kita. Astaghfirullah...

Saudaraku, sungguh ini bukan dalam rangka aku menceramahimu, kata demi kata yang terangkai dalam tulisan ini spesial aku tujukan utamanya untuk diriku sendiri dan untuk saudara saudariku sekalipun dimanapun kalian berada. Kita sama kok, sama-sama hamba yang sedang proses memperbaiki diri.

Kebetulan banget saat menulis catatan ini aku sedang dengerin podcastnya Hawariyyun di channel Pengen bahagia by spotify apps. Isinya begini: Kita dikasih modal sama 24jam sama Allah, ada orang yang gunain waktunya 24 jam dengan hal yang produktif banyak menebarkan manfaat untuk orang-orang disekitarnya, tapi sebaliknya, ada juga orang yang dalam waktu 24jam itu ngurus diri sendirinya aja ngga becus. Waktu itu begitu penting, sampe-sampe Allah menurunkan satu surat khusus untuk menghargai waktu, sampe-sampe Imam Syafi’i bilang kalau sampai kita mentadaburi surat itu, maka terpenuhi seluruh kebutuhan kita di dunia ini. surat apa itu? Surat Al-‘asr. Semoga kita termasuk orang-orang yang perhatian terhadap waktu. (dan selanjutnya Hawariyyun bahas tentang pernikahan – emot nutup muka)

Catatan Pergantian Tahun
Yok! Mulai sekarang kita menjadi orang yang pandai melakukan refleksi diri sendiri, bermuhasabah, ngga cuman setiap akhir tahun doang temen-temen, tapi setiap malem sebelum kita istirahat misalnya. Semakin sering kita bermusahabah, InsyaaAllah akan ada banyak kebaikan dan perbaikan yang terjadi dalam hidup kita kedepan. semoga Allah mudahkan kita pada urusan ini. Aamiin. Selain merefleksi diri, sempatkan juga buat bergalau ria, terbangkan bebas anganmu dialam sana. Galau asalkan ditempatkan di tempat yang tepat baik kok.

Temen-temen, sekali lagi GALAU itu penting. Tapi galau yang seperti apa nih? Kualitas galau kita harus istimewa. Definisi galau itu kan memikirkan hal-hal yang akan datang ya, kalau kita mikirin hal-hal yang terjadi saat ini itu namanya gelisah. Kalau memikirkan hal-hal yang sudah lalu apa coba? (serius aku juga lupa, makanya ngeles. hehe). Kegalauan kita harus hal-hal yang bermanfaat. Misal nih, diakhir tahun kita kudu banget galau tahun depan kita harus ngapain. Kita harus jadi orang visoner bro and sist. Lihat gimana Allah mengkritik orang-orang yang tidak visioner, salah satunya lewat Quran Surat Ar-Ruum surat ke-30 ayat ke7:

“Mereka mengetahui yang lahir saja dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang kehidupan akhirat lalai”

Nah, dalam konteks ini visioner tidak dimaknai secara sempit urusan dunia saja, tapi sudah sampai keurusan akhirat, sudah jauh banget kan, MaasyaaAllah. Detail sekali Allah ngajari kita untuk mempersiapkan masa depan kita. Jangan sampai kita menjadi orang yang ngga punya visi, bayangin deh kalo misal kita sedang berkendara dan ngga punya tujuan, pasti bakal ngga jelaskan?, bisa jadi muter-muter doang, sama kayak hidup kita, kalo ngga punya visi hidup kita bakal gitu-gitu saja. terlepas dari apapun visi kita didunia, tapi jangan Allah ngasih visi besar kita didunia yakni menjadi Khalifah dimuka bumi ini. Noted ya.

Aku boleh merekomendasikan sesuatu? Untuk perubahan hidup yang signifikan dan ajaib InsyaaAllah, teman-teman coba di awal tahun nanti sempetin baca buku Ust. Felix Y Siauw yang judulnya How to Master Your HABITS. Dalam buku tersebut dibahas tentang gimana si cara kita buat memulai kebiasaan-kebiasaan baik, dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk. Dan yang paling penting selanjutnya, gimana si hal baik itu nantinya bisa kita lakukan secara otomatis. Banyak kan ya kadang kita sendiri, atau melihat temen-temen kita yang sangat termotivasi buat menguasai suatu keahlian namun dia tidak bisa menguasainya, disisi lain ada temen kita yang ngga ada motivasi blas, atau bahkan kepikirian aja engga buat nguasai suatu keahlian namun malah bisa menguasai dengan baik. Nah, buku ini bakal jelasin tentang gimana menguasai suatu keahlian tanpa motivasi. Bahkan tanpa berpikir.

Temen-temen bisa dapetin buku itu ditoko buku, InsyaaAllah masih ada, atau kalau mau pinjam kesaya boleh, saya dapet buku itu dari hadiah orang baik inisal S. Jazakallah S. “Aku udah baca, tapi kenapa B aja ya? Ngga ada yang spesial dan perubahan yang signifikan dalam hidupku kearah yang lebih baik, gimana?”. Nah terkait hal ini kita harus banyak-banyak istighfar, selalu bermohon sama Allah untuk memberikan berkah pada setiap bacaan yang kita baca. Jangan-jangan, selama ini kita baca buku ngga bener-bener niat cari ilmu, tapi pengen pamer ketemen-temen kalo kita habis baca buku ini, pengen nunjukin kalo kita doyan baca buku, di up di medsos dan dapat pujian sana-sini, dll. Astaghfirullah, semoga kita terhindar dari sifat yang demikian. Temen-temen, bukan berapa banyak tumpukan buku yang sudah kita baca, tapi pertanyaannya seberapa banyak manfaat yang sudah kita dapetin selepas kita baca buku? Untuk diri kita sendiri lebih-lebih kebermanfaatan untuk orang lain. Tapi baca buku banyak-banyak ya penting si.

Temen-temen semangat ya, untuk semua hal-hal baik yang kita lakukan, saya ingat nasihat Ahmad Rifa’i Rif’an dalam buku Man Shabara Zhafira, katanya begini “berletih-letihlah. Jangan pernah berhenti bekerja. Dunia memang tempatnya susah. Tempatnya letih. Tempat untuk berjuang dan berkorban demi panen raya yang kita nikmati kelak disyurga”. Ayo semangat buat target dan resolusi pergantian tahun ini dengan maksimal. Sedetail-detailnya. Semoga, akhir tahun depan, aku dan kamu sama-sama tersenyum bahagia dengan banyaknya target yang sudah kita capai. Aamiin.

Kalau tadi aku merekomendasikan sebuah buku bacaan, boleh ya sekarang aku rekomendasikan sebuah lagu keren yang layak buat membangkitkan semangat kita semua buat berkarya. Yah walaupun aku sadar si, aku bukan siapa-siapa, bukan publik figur atau sejenisnya. Tapi yang jelas satu, aku adalah saudaramu yang menginginkan hal baik terjadi padamu. Dan...  aku ngga pengen kamu kenapa-napa, apalagi sampai terjerat maksiat berujung lautan dosa. (ini bukan gombal). Lagu itu judulnya “JEJAK” miliknya Shoutul Harakah. Search aja ya. Nambah boleh? Kalo kamu lagi kangen sama siapapun, sama temen-temen seperjuangan kamu dan sejenisnya atau mungkin kangen sama aku (tulisanku maksudnya... hiya), kamu dengerin lagu yang judulnya “DOA RABITAH” miliknya Izzatul Islam.

Semangat ya bacanya, dikit lagi.
Aku, bersama enam orang temen-temen syugaku (InsyaaAllah) pengen banget bisa ngelakuin sesuatu yang berguna buat banyak orang. salah satu hal yang kami lakuin adalah dengan bareng-bareng ngebangun blog ini, www.sigerkita.com. Mau tau banyak tentang blog ini baca DI SINI ya. Melalui sigerkita.com kami pengen sangat bisa turut aktif berkontribusi memberikan bacaan-bacaan postif buat temen-temen sekalian dimanapun berada. Semoga bermanfaat ya. Jangan lupa subcribe blog ini untuk mendapat postingan terbaru. Terimakasih ya sudah mau membaca tulisan ini sampai akhir, Jazakallah, semoga tulisan bisa mendatangkan manfaat buat temen-temen semua. Aamiin. Sampai jumpa dipostingan berikutnya. Semoga kelak Allah kumpulkan kita di firdaus-nya. Aamiin. Semangat memperbaiki diri. Resolusimu dipergantian tahun ini apa? tulis dikolom komentar ya.

Mesuji, 31 Desember 2019
Pukul 14:02 WIB

Belum ada Komentar untuk "CATATAN PERGANTIAN TAHUN"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel