AJAIB! BATANG BERBUAH

Ajaib! Batang Berbuah - sigerkita.com
Bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupmu
Tiada badai tiada topan kau temui, ikan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah syurga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah syurga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Kolam Susu namanya. Lagu tersebut menjadi lagu kebanggaan untuk melukiskan keistimewaan Negeri ini. Negeri yang begitu kaya dengan limpahan karunia yang Allah berikan. Indonesia terletak di garis katulistiwa tepat pada ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) sebagai zona perlintasan untuk aktifitas transportasi berbagai Negara, dan menjadi potensi untuk memperluas jaringan perdangangan dan perekonomian dunia. 

Jika kita mengulik sejarah saat Islam itu masuk ke Nusantara salah satunya adalah melalui jalur perdangangan. Peradaban baru dimulai juga melalui keadaan ini, dengan sumber potensi geografis yang dimiliki oleh Indonesia. Lautan Indonesia yang menyimpan kekayaan alam sudah tidak heran menjadi bulan-bulanan Negara lain untuk menguasai. Salah satu alasan mengapa Indonesia terjajah selama berabad-abad adalah dengan kekayaan alamnya yang menarik Belanda dan Jepang betah mengeruk semua hasil dari Negeri kita ini. Dan terakhir kasus serupa Negara asing yang berniat menguasai alam ini yaitu kekayaan alam Pulau Natuna. 

Potensi kekayaan alam laut ini tidak dimiliki oleh banyak Negara di dunia. Dalam lirik lagu tersebut dikatakan “Bukan lautan hanya kolam susu”. Susu sebagai produk makanan yang bernilai menjadi kiasan. Barang konsumsi yang memiliki nilai jual tinggi dan manfaat dengan penuh kandungan protein dan nutrisi lainnya. Ya… Bukan lautan yang hanya berisi air garam saja, tapi diibaratkan kolam susu, sangking bernilai dan kayanya Negeri ini. 

“Kail dan jala cukup menghidupmu” 
Lirik ini maknanya begitu dalam, bahwa ternyata realita rakyat Indonesia saat ini berbanding terbalik, pengangguran dimana-mana. Padahal kekayaan kita melimpah, digambarkan kail dan jala saja sudah mampu menghidupi kita. Ikan dan udang sebagai hasil perairan laut juga begitu banyak, melimpah ruah dan bisa kita manfaatkan untuk penghidupan. Sayang…. keadaan ini sudah perlahan-lahan terbelakang.

Tidak hanya potensi lautan, Indonesia juga penghasil tambang yang besar. Jenis tanaman kelapa sawit juga menjadi hasil perkebunan terbesar. Bahkan Indonesia adalah Negara terbesar ketiga penghasil kelapa sawit setelah India dan Uni Soviet. Indonesia menjadi produsen kelapa sawit bagi banyak Negara lain, dan meraup devisa Negara lebih dari 289 triliun pertahunnya. Kekayaan alam berupa flora dan fauna yang lain juga begitu banyak varietasnya, bentuknya yang unik dan hanya dimiliki oleh Negeri ini. Bahkan segala hal yang tumbuh di tanah pertiwi ini mampu menjadi manfaat yang luarbiasa bagi kehidupan rakyat yang berpijak di atasnya.

“Orang bilang tanah kita ini tanah syurga”. Apapun yang ditanam hanya sebatang kayu akan mampu tumbuh subur, berbuah, penuh hasil dan membawa keuntungan. Biji kelapa sawit mampu menghasilkan triliyunan keuangan Negara, akar tanaman bisa menghasilkan buah yang melimpah, bahkan batang kayu yang tak ternilai mampu berbuah dan menjadi barang berharga bagi masyarakat itu sendiri.

Singkong (Manihot utilissima) batang yang mampu menghasilkan buah, tanpa disiram, tanpa perlu pupuk, tanpa perlu diperhatikan kualitas nutrisi tanahnya, tanpa perlu biaya mahal. Singkong ini dalam waktu 3 bulan saja mampu berbuah dan diolah menjadi berbagai bentuk makanan bernilai : brownies singkong, keripik singkong, dan produk lainnya. Sepele memang kripik singkong merk ternama yang kita beli di supermarket atau minimarket dekat rumah kita adalah produk batang berbuah, ajaib! Hanya dari sebatang kayu jadi tanaman dan bermanfaat sangat besar.

Rasa kagum kepada Negeri ini tidak pernah berkurang. Setiap mengamati, melihat dan menjelajahi alamnya selalu akan kehabisan kata untuk melukiskan betapa potensialnya tanah, air, udara, tambang dan segala jenis kekayaan Negeri yang tersedia, sayangnya pasca Negeri ini merdeka perlahan ada yang terkikis di dalamnya. Mari berdoa dan selamatkan kekayaan kita sebisa kita, kalau bisanya hanya memanfaatkan lahan tanah kecil untuk melestarikannya maka geraklah, tanam batang ajaib disekitarmu supaya lebih memiliki manfaat. 
Ajaib! Batang Berbuah - sigerkita.com


_Salam lestari, 23 Januari 2020_


1 Komentar untuk "AJAIB! BATANG BERBUAH"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel