BUAH MANIS DARI SYUKUR


BUAH MANIS DARI SYUKUR
Oleh: Maulana Shodiq

‘’Hidup bukan untuk disia-siakan, hidup itu untuk diperjuangkan. Sesulit apapun Tuhan memberikan ujian, maka jalanilah dengan tegar. Jika kamu sudah tidak mampu, maka berdo’a lah dan meminta pertolongan dengan Tuhanmu’’

Ketika aku menerawang ke masa lampau, kata-kata itu selalu terngiang dalam benakku. Seakan terukir di hati dan pikiran. Bagaimana mungkin aku bisa melupakan masa laluku yang penuh dengan liku-liku itu, tak terbayang. Masa lalu bisa membuatku bisa sampai detik ini. Detik dimana secara perlahan aku akan menggapai semua harapan dan cita-cita ketika waktu aku hanya bisa berangan dan berandai-andai> Harapan biasanya tak seindah kenyataan, namun kita harus menelan pahitnya kenyataan dimasa lalu yang penuh dengan fatamorgana. 

Seringkali seseorang mengeluh akan kehidupan yang mereka jalani. Padahal bisa jadi orang lain tengah berharap mempunyai kehidupan seperti yang mereka miliki. Lagi-lagi mereka tidak mensyukuri apa yang telah diberikan Allah SWT kepada kita. Banyak mengeluh, iri dengan kehidupan orang lain, serta tak jarang menyalahkan Allah SWT atas apa yang terjadi pada dirinya. Lalu bagaimana dengan kata syukur itu?

Bersyukur adalah suatu kata yang gampang diucap, akan tetapi tak jarang manusia sulit untuk menelaah maknanya.

Apakah kalian pernah bersyukur masih diberikan nafas hingga detik ini? Bersyukur dihindarkan dari segala bencana, serta bersyukur masih diberikan kesempatan untuk beribadah kepada-Nya. Lalu pertanyaan selanjutnya, sudahkah kita bersyukur hari ini? Ataukah masih mengeluhkan kehidupan yang kita jalani? Ada sebuah syair lagu yang berbunyi, "Dunia ibarat air laut, diminum hanya menambah haus, nafsu bagaikan fatamorgana, di padang pasir."

Dalam hal ini, dunia hanyalah fana, tidak ada yang bisa dibanggakan, tidak yang perlu diperjuangkan mati-matian, dan tidak yang benar-benar bisa menemani kita di akhirat kelak melainkan amal yang sholeh. Untuk itu, jika dunia masih menjadi satu-satunya tujuan kita hidup, alangkah baiknya bisa bermuhasabah (introspeksi) pada diri kita masing-masing.

Satu hal yang harus kita yakini adalah Allah SWT tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hamba-Nya. Semua sudah ada porsinya masing-masing. Adil tidak harus sama, adil adalah memberikan kepada Allah SWT sesuai dengan yang kita butuhkan. Yang paling penting adalah bagaimana cara mensyukuri semua yang diberikan oleh-Nya. Allah SWT akan menambah nikmat-Nya jika bersyukur.

Hati yang bersyukur akan menguatkan dan memantapkan kebaikan dan keimanan yang ada dalam diri. Kebanyakan orang mungkin hanya bersyukur ketika mendapatkan kesenangan materi saja. Namun, orang yang dekat dengan Allah (minoritas) menyadari semua yang terjadi di dunia, baik itu nikmat atau musibah sekalipun akan senantiasa disyukuri. Siapa tidak mensyukuri nikmat, berarti menginginkan kehilangan nikmat tersebut. Dan barang siapa yang mensyukurinya, berarti telah secara kuat mengikatnya ke dalam nikmat tersebut.
Allah Ta’ala berfirman: Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nahl 18)
Hanya hamba yang memiliki keimanan yang kuat yang selalu bisa mensyukuri setiap nikmat dan rizki yang telah Allah berikan. Sekecil apapun nikmat tersebut, jika seseorang bersyukur maka nilainya akan tinggi di mata Allah Ta'ala. Seseorang bisa menghirup udara segar, tangan bergerak melakukan apa saja yang dia mau, mata bisa melihat dengan jelas, kaki bisa berjalan dan tubuh tegap tanpa takut terjatuh, perut bisa mencerna makanan dengan tidak memuntahkannya, telinga kita masih bisa mendengar, itu semua adalah nikmat dari Allah.

Allah Ta’ala berfirman: "Maka makanlah yang halal lagi baik dari rizki yang telah diberikan Allah kepadamu dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah." (Q.S An-Nahl [16] : 114). Hati yang bersih dan ikhlas, ridho dengan takdir-Nya, lisan yang selalu ringan mengucap syukur dan memiliki sifat akhlakul karimah terhadap sesama manusia merupakan bentuk nyata dari mensyukuri nikmat-nikmat Allah. 

Orang yang senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, bersikap qana’ah dengan selalu mengambil pelajaran atau hikmah terhadap segala permasalahan, maka hidupnya akan tentram, pikirannya tidak terlalu cemas, hatinya selalu bersih dari kesombongan dan kekufuran.

Namun sebaliknya, orang yang tidak mau bahkan lupa bersyukur, maka Allah akan mencabut nikmat yang telah diberikan-Nya dan mengganti dengan siksa yang pedih. Naudzubillahi min dzalik. Sesuai dengan firman Allah yang termaktub dalam surat Ibrahim [14] ayat 7: "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya bila kamu bersyukur, pasti kami (Allah) akan menambah (nikmat) kepadamu, dan bila kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Oleh karena itu, perlu disadari jika seseorang bersyukur maka keimanannya akan bertambah, ilmunya bertambah, hartanya bertambah, amal kita bertambah. Sebetulnya, bersyukur bukanlah hal sulit dan tentu juga bukanlah hal remeh yang mesti ditinggalkan. Namun sebaliknya, harus ditingkatkan, walau banyak yang lupa meninggalkannya.

Karenanya ingatlah firman Allah dalam surat Ar-Rahman [55] ayat 16: “Fabiayyi Aalaa’i Robbikumaa Tukadz-dzibaan - Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang (bisa) kamu dustakan?”

Lalu, sudahkah Anda bersyukur hari ini? Mengeja hari per-hari dengan dzikir kepada Allah SWT. Bahkan Allah SWT masih memberikan nikmat saat Anda belum bisa sepenuhnya beribadah kepada-Nya.

Dalam sehari ada 24 jam, ada berapa waktu yang telah Anda utamakan untuk senantiasa mengingat kepada Allah SWT? Lalu masih pantaskah jika Anda mengeluh dan mengeluh jika Allah memberikan sedikit saja ujian-Nya agar kita tak berlama-lama jauh dari-Nya?

Ayo, mulai dari sekarang banyak merenung dan bermuhasabah kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak nikmat kepada hamba-Nya. Maka dari itu sebagai umat muslim wajib bagi kita untuk besyukur  kepada Allah SWT, karena buah dari rasa besyukur yaitu :
  • Syukur Adalah Sifat Orang Beriman

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya” (HR. Muslim No.7692).
  • Merupakan Sebab Datangnya Ridha Allah

Allah Ta’ala berfirman:
وإن تشكروا يرضه لكم

“Jika kalian ingkar, sesungguhnya Allah Maha Kaya atas kalian. Dan Allah tidak ridha kepada hamba-Nya yang ingkar dan jika kalian bersyukur Allah ridha kepada kalian” (QS. Az-Zumar: 7).
  • Merupakan Sebab Selamatnya Seseorang Dari Azab Allah

Allah Ta’ala berfirman:
ما يفعل الله بعذابكم إن شكرتم وآمنتم

“Tidaklah Allah akan mengadzab kalian jika kalian bersyukur dan beriman. Dan sungguh Allah itu Syakir lagi Alim” (QS. An-Nisa: 147).
  • Merupakan Sebab Ditambahnya Nikmat

Allah Ta’ala berfirman:
وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (QS. Ibrahim: 7).
  • Ganjaran Di Dunia dan Akhirat

Janganlah Anda menyangka bahwa bersyukur itu hanya sekedar pujian dan berterima kasih kepada Allah. Ketahuilah bahwa bersyukur itupun menuai pahala, bahkan juga membuka pintu rezeki di dunia. Allah Ta’ala berfirman:
وسنجزي الشاكرين

“Dan sungguh orang-orang yang bersyukur akan kami beri ganjaran” (QS. Al Imran: 145).

Imam Ath Thabari menafsirkan ayat ini dengan membawakan riwayat dari Ibnu Ishaq, “Maksudnya adalah, karena bersyukur, Allah memberikan kebaikan yang Allah janjikan di akhirat dan Allah juga melimpahkan rizki baginya di dunia” (Tafsir Ath Thabari, 7/263).

Kapan kita harus bersyukur?

Kita dapat mengawali hari kita dengan mengucap syukur atas hari yang baru, atas matahari yang dengan setia terbit tiap pagi. Kalaupun pagi itu hujan, tentunya tidak berkurang syukur kita. Tiba di kantor atau tujuan kita yang lain, kita bersyukur atas perlindungan-Nya dalam perjalanan kita. Berjumpa dengan teman-teman, kita merasakan indahnya persahabatan.

Sering kita lupa, betapa beruntungnya kita mempunyai orang tua yang mengasihi kita, yang mencintai kita tanpa syarat, yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita dan berusaha memberikan pendidikan terbaik untuk kita.. Kita mempunyai saudara-saudara yang memperhatikan, tempat berbagi cerita, suka dan duka. Juga ada guru/dosen yang telah membagikan ilmunya kepada kita.

Kalau kita sakit, kita bertanya kepada Tuhan, mengapa kita diberi penyakit? Sedangkan kalau sehat, kita jarang mensyukurinya. Bersyukurlah kepada Tuhan karena organ-organ dalam tubuh kita bekerja dengan baik tanpa kita perintah. Panca indera kita membantu kita untuk melihat, merasakan, mendengar dan mencium indahnya ciptaan Tuhan (yang hanya kadang-kadang kita syukuri).

Jika kita saja tidak merasa bersyukur atas apa yang kita miliki, lalu apa yang membuat kita berpikir bahwa kita akan bahagia dengan memiliki yang lebih banyak? ingat, tak peduli seberapa baik atau buruknya hidupmu, bangunlah setiap pagi dan bersyukurlah bahwa kamu masih memilikinya.

1 Komentar untuk "BUAH MANIS DARI SYUKUR"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel