TENTANG HARAPAN & KECEWA

Tentang Harapan dan Kekecewaan - sigerkita.com
Sedang apakah kita ketika membaca tulisan ini?
Sudah melakukan apakah di hari ini?
Diwaktu apakah kita membaca tulisan ini?


Pagikah? Siangkah? Sorekah? Malamkah? Ahh... terlalu banyak pertanyaan untuk mengawali tulisan ini. Mengapa yang terlintas hanyalah semua pertanyaan tanpa mampu menjawabnya. Itulah unikanya sisi kehidupan terkadang ada pertanyaan yang tak perlu jawaban langsung. Yang pasti setiap apa yang kamu fikirkan akan tetap berada difikiran ketika engkau tak memutuskan untuk bergerak untuk melakukannya.

Satu yang ku harapkan kita tak pernah putus harapan, karena dari sebuah harapan itu muncul alasan  untuk kita melakukan sesuatu. Meski kitapun tahu berharap adalah sumber dari sebuah kekecewaan tapi tidak semua harapan berujung kecewakan, kecuali berharap kepada dia yang tidak pernah memberikan kepastian yaa kepastian (eh... :) maaf kelabasan). Kembali ke laptop (pembahasan). 

Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia – Ali Bin Abi Thalib
Ini harapan yang membuat kita sebagai manusia sering kecewa karena sering berharap kepada sesama, sedangkan apa lebih nya sosok manusia bagi sesama manusia? kita memiliki hal yang sama, dan saat engkau masih berharap pada makhluk bernama manusia maka wajarlah diri ini merasakan sebuah kecewa.
Selalu ada jalan bagi mereka yang berusaha dan selalu ada harapan bagi mereka yang berdoa – Damsi.
Ketika kita berdoa maka harapan itu akan membuat kita memiliki semangat untuk mendapatkan harapan yang kita inginkan karena kita sandarkan harapan kepada sang pemberi kehidupan untuk setiap hambanya yakni Allah SWT.
Allah swt berfirman dalam Q.S Az-Zumar : 53
Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tentang Harapan dan Kekecewaan - sigerkita.com
Lihatlah dan perhatikan dengan sedalam-dalamnya bahwa Allah dengan tegasnya telah mengatakan kepada kita selaku hambanya, "Jangan engkau berputus asa dari Rahmat Allah. Sungguh Allah memberikan harapan kepada setiap hambanya agar tidak putus harapan terhadap Rahmat-Nya."

Untuk kita yang bergelar Hamba Allah, sungguh  Allah itu sangat mencintai setiap hambanya, bahkan teruntuk kita yang melampaui batas terhadap diri kita (banyak dosa), yang hina dina, yang diam-diam bermaksiat, yang diam-diam menunduh Allah tidak adil dalam hidup kita, dan  teruntuk diri ini yang masih STMJ (Sholat Terus Maksiat Jojong) tapi Allah  memanggil kita dengan sebutan Yaa Ibadi.. "Wahai hambaku.." Lembut sekali panggilan Allah untuk kita setiap hambanya, padahal kita terkadang sering sekali membuat kesalahan namun Allah tetap memberikan beribu nikmat kepada kita. Bahkan Allah masih sebut kita sebagai Hambaku... coba bayangkan ketika kita bersama sahabat kita, kita banyak salah, banyak dosa, tidak percaya kepadanya, mengkhianti kepercayaannya, menyakiti hatinya, masihkah kita disebut sebagai sahabat oleh temen kita. Seorang sahabatpun ketika kita sudah telampau banyak melakukankesalahan maka kita tidak akan disebut lagi sahabat, pasti sudah dipanggil pengkhianat, tidak tau terima kasih dan sebutan lainnya,

Tapi cinta Allah kepada hamba-Nya sungguh luar biasa, sudah banyak dosa, sudah melakukan beribu kesalahan tapi Allah tetap panggil dengan lembut, wahai hambaku.. Sungguh sayang Allah kepada kita sebagai Hamba-Nya. Sudah saatnya kita balas rasa kasih sayang Allah dengan dekat kepada-Nya dan menjauhi segala larangannya.
Allah Buka pintu taubat di-malam hari untuk dosa di-siang hari, dan Allah buka pintu taubat di-siang hari untuk dosa di-malam hari.
Allah selalu memberikan kesempatan kepada Hambanya, jadi kita tidak boleh putus asa dari rahmat-Nya. Jujur Ketika ku menulis dibagian paragraf ini aku teringat sebuah ceramah dari Ustadz Hanan dan aku putar kembali sambil membuat tulisan ini. coba teman-teman renungkan dan sungguh besar cinta Allah kepada Hamba-Nya. mau nonton  klik  DI SINI

Terkadang Malu dengan nikmat Allah yang beribu-ribu tapi dosa ini tak kian menjadi debu, tapi Allah masih saja memberikan dan mengabulkan doa-doa kita, sungguh besar  rasa sayang Allah setiap hambanya dan sungguh luar biasa kasihnya setiap hambanya. Bahkan Allah tak pernah membiarkan hambanya pulang dalam keadaan kecewa ketika seorang hamba meminta kepadanya, sedangkan seorang hamba terkadang lupa ketika nikmat Allah telah tersampaikan kepadanya, ia lupa bagaimana caranya bersyukur. Padahal Allah berjanji :
Ingatlah aku dikala senang, maka aku akan mengingatmu dikala susah
Tapi terkadang kita terlalu mudah melupakan syukur kepada sang pemberi nikmat, baru diberikan Allah nikmat pergi ke pantai, sangking senangnya kita sampai kita lupa akan kewajiban sholat dzuhur dan ashar, bahkan magrib masih diperjalanan dan isya ketiduran karena terlalu capek menikmati liburan. Begitu mudah bagi kita padahal janji Allah, Allah akan mengingat kita dikala susah jika kita mengingat-Nya dia kala senang. Kita sama-sama memahami siapa yang mau dekat dengan kita ketika kita sulit, ketika kita sedang terpuruk siapa yang sudi menemani perjuangan sulitnya kita tapi ketika bahagia begitu banyak yang datang kepada kita mengaku sebagai saudara teman dan kerabat. Namun ketika terpuruk kemana mereka semuanya hilang lenyap. Siapa yang menggapai dan membangkitkan kita, siapa lagi kalau bukan Allah SWT yang selalu penuh cinta dan kasih, penuh harap bahwa Hamba-Nya akan kembali seutuhnya dan dekat kepada sang penciptanya. 
Itu Allah tak pernah meninggalkan Hamba-Nya meski Hamba-Nya berkali kali Meninggalkannya.
Hidup itu jangan pernah bingung yang penting jangan pernah bikin jarak dengan yang memberi hidup.
Ruang Perguruan Tamansiswa Teluk Betung – Senin, 20 Januari 2020
D A M S I



2 Komentar untuk "TENTANG HARAPAN & KECEWA"

  1. Adapun sifat yang melekat pada diri manusia itu lalai. Kita, berlomba menjadi hamba yang beruntung, seperti yang Allah firmankan dalam surah Al-asr. Membaca tulisan ini, seperti aku duduk dan diberi nasihat dengan santun, diingatkan akan kasih sayang dan rahmat Allah yang begitu luas. Jazukumullah khoiron katsir. Semoga Allah istikomahkan kita dalm berbuat dan mengingatkan kebaikan.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel