BERHIJAB, BENTENG DIRI DAN ORANGLAIN DARI DOSA

Berhijab, Benteng Diri dan Oranglain dari Dosa - Sigerkita.com

Dosa adalah balasan dari perbuatan yang buruk. Seperti melaksakan larangan atau enggan melaksanakan perintah. Setiap manusia berpotensi berdosa, bahkan dalam mengarungi 24 jam waktu hidup kita sehari semalam hanya ada dua kemungkinan yaitu mengumpulkan investasi pahala atau menabung dosa yang dengan tanpa atau sengaja dilakukan.

Selaras dengan kemungkinan tersebut karena memang kita sebagai manusia telah Allah takdirkan untuk terus berperang dengan ribuan, jutaan dan tak hingga godaan syaitan untuk menyuruh dan memlesetkan dalam lembah dosa.

Hijab artinya penghalang atau penutup. Berhijab merupakan segala hal yang menutupi sesuatu yang dituntut untuk di tutup. Penutup itu bisa apasaja, baik kerudung, jilbab, pakaian panjang, longgar dan apapun itu yang dapat berfungsi untuk menutupi. Lalu sesuatu yang dituntup itu benama apa?, yaps, yang harus ditutup disebut aurat. Maka aurat itu artinya bagian tubuh manusia yang harus ditutupi dari pandangan oranglain. Aurat manusia berbeda bagi laki-laki dan perempuan. Seorang laki-laki auratnya hanya sebatas pusar hingga lutut, sedangkan wanita semua tubuhnya kecuali yang biasa nampak (wajah dan telapak tangannya). Berhijab merupakan perintah langsung dari Sang Kholik, tersurat dalam kitab Al-Qur’an Surat Al-Ahzab Ayat 59. 

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S Al-Ahzab :59)

Sangat mudah untuk ditangkap maksudnya dalam ayat di atas, bahwa Allah memerintah wanita untuk menggunakan jilbab sebagai hijab (penutup) dengan tujuan yang sangat indah yaitu memuliakan wanita, supaya para wanita tak diganggu, dan menjadi pembeda dengan oranglain yang muslim. Dalam ayat tersebut Allah ungkapkan perasaan sayang teramat sangat dan mau mengampuni kita, bagi yang belum berhijab dan berniat serta berupaya berubah dan menuju diri yang berhijab.

Memperkuat hal tersebut bahwa bukan hanya sekali dalam Al-Qur’an jilbab ini terbahas, ayat lain pun tegas memberitahu kepada kita bahwa berhijab ini adalah menutup dari orang yang tidak boleh melihatnya, tentu tidak semua orang dimuka bumi ini tak boleh melihat, ada beberapa kriteria orang yang boleh melihat aurat. Hal ini tertuang dalam QalamNya Q.S An-Nur : 31.

Arti: Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.( An-Nur : 31).

Sangat lembut perintah Allah ini kepada para wanita yang beriman. Bila mana seseorang mengaku muslim/muslimah atau sudah bersyhadat maka konsekuensi dari kalimat syahadat tersebut adalah mengakui adanya kitab Allah dan rela melaksanakan apa-apa yang ada di dalamnya, termasuk perintah menahan pandangan dan kemaluan, juga tidak menampakkan perhiasan yang biasa tampak kepada orang kecuali sepuluh orang yang disebutkan di atas. 

Berhijab berarti bentuk taat dan upaya investasi pahala, sedangkan tak berhijab dapat dimaknai belum mau taat, belum yakin bisa melaksanakan perintah berhijab atau bahkan menolak perintah. Berhijab dengan mengenakan jilbab, memakai kerudung yang menutup dada merupakan benteng bagi seorang muslimah agar tidak diganggu dengan oranglain. Karena semua bagian tubuh muslimah itu adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan, karena memang muslimah itu perhiasan dunia. Betapa banyak dosa yang terkumpul saat wanita menampakkan auratnya kepada oranglain yang tidak boleh melihatnya. Ibarat wanita tersebut mendapat investasi dosa karena sudah melanggar aturan Allah ditambah dosa orang-orang yang melihatnya, na’udzubillah. 

Hijab juga benteng bagi oranglain, jangan sampai seperti tadi. Kadang orang lain (laki-laki) tidak ingin berdosa karena melihat aurat wanita maka berpeluang untuk mendapatkan dosa. Maka baik laki-laki atau perempuan bilamana mengaku Islam, mari jaga diri dan oranglain dari potensi dosa dengan berhijab.
wallahua’lam. sejatinya penulis sedang menasehati diri sendiri.

Belum ada Komentar untuk "BERHIJAB, BENTENG DIRI DAN ORANGLAIN DARI DOSA"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel