LEMAHNYA SEMANGAT BERBUAT BAIK DAN SOLUSINYA

Sebab lemahnya berbuat baik - sigerkita.com

Menjaga semangat dalam berbuat baik bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Pada faktanya, banyak orang yang justru terjebak dalam kubangan maksiat dan dosa. Hal ini terlihat dari ramainya tempat-tempat hura-hura dan jauh dari kebermanfaatan serta sepinya tempat-tempat yang jelas-jelas mendatangkan banyak kebermanfaatan. Kenapa?, apakah kebanyakan orang tidak sadar melakukannya?, saya meyakini bahwa naluri dan fitrah manusia sebenarnya selalu mengajak pada hal-hal kebaikan. Namun kita juga tidak boleh lupa, bahwa setan yang tugas mutlaknya hanya satu yakni mengarahkan manusia kedalam jurang kemaksiatan akan selalu berusaha melakukan tugasnya dengan maksimal. Pilihan ada ditangan kita, mau tunduk dengan hawa nafsu dibawah kendali setan demi kenikmatan sesaat, atau mampu mengendalikan hawa nafsu demi kenikmatan yang kekal.

Rebahan sambil main handphone itu nikmat, makan berlebihan itu nikmat, jalan bareng temen-temen itu nikmat, nonton ke bioskop setiap akhir pekan itu nikmat, berdalih dengan kesibukan ini itu dan meninggalkan komitmen yang sudah dibuat juga nikmat, berasalan A untuk meninggalkan B, dan berasalan B itu meninggalkan A itu nikmat, berdiam dalam zona nyaman itu juga lebih nikmat. Tapi, apakah kenikmatan-kenikmatan itu akan kekal dan menjadikan kita bahagia dalam waktu lama? Silahkan tanyakan itu pada hatimu.

Berikut beberapa hal yang menjadi sebab melemahnya kita dalam berbuat kebaikan beserta solusinya.

1. Melemahnya Iman

Iman adalah motor penggerak yang sangat luar biasa untuk setiap aktifitas-aktifitas baik. Jika iman sedang melemah maka melemah juga semangat untuk berbuat baik. Faktor penyebab melemahnya iman antara lain, banyaknya dosa dan kemaksiatan yang dilakukan, kurang mendekat kepadaNya, lalai dengan hal-hal yang diwajibkan oleh Nya.

Maka solusinya adalah dengan memulai dengan mendekat diri kepada Allah SWT. Jangan bingung dari mana, mulai saja dengan memperbaiki sholat 5 waktumu, pahami bacaannya, tatacaranya, dan lain-lain yang berkaitan dengannya. InsyaaAllah ketika solat kita sudah baik, maka ibadah-ibadah lainnya secara otomatis akan mengikutinya.

2. Perbuatan Maksiat

Sudah bisa dipastikan sebab perbuatan maksiat akan menjauhkan kita dari ketaatan. Karena kemaksiatan dan ketaatan adalah dua hal yang saling berlawanan, maka mustahil keduanya akan jalan beriringan, jadi mulai sekarang jangan gunakan lagi istilah "ngga papa maksiat, yang penting ibadanya tetap dilaksanakan". Itu hanya dalih semata.

Agar kita tak terlalu terjerumus terlalu dalam kedalam jurang kemaksiatan maka, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, diantaranya: Keinginan/tekad yang kuat untuk meninggalkan maksiat, dan detik itu juga lakukan ibadah untuk memantik ibadah lainnya. Yakini bahwa setiap manusia, termasuk diri sendiri yang terlahir kedunia sejatinya adalah orang baik. Maka, orang baik ya seyogyanya berbuat kebaikan. Sok baik, Sok alim, Sok sholih, akan memberikan dampak positif jika diletakkan ditempat yang tepat. Yuk, jangan malu ketika kamu dianggap baik oleh sekelilingmu padalah kamu merasa jauh dari kebaikan itu, itu salah satu cara Allah menjagamu, agar kamu memantaskan diri dengan anggapan orang yang melekat kepadamu.

Teman-teman, mari bersyukur ketika Tuhan masih memberikan sinyal kepada hati kita ketika berada dalam kondisi yang tidak baik, merasa tidak nyaman dan ingin memperbaiki diri. Dan bersedihlah ketika Tuhan sudah tidak lagi memberikan sinyal peringatan kepada naluri saat kita berada dalam kondisi melemahnya semangat dalam berbuat baik. Diantara cirinya, menganggap biasa saja hal-hal yang tidak baik, bangga ketika melakukan keburukan kesalahan dan tidak merasa bersalah sama sekali.

3. Mengandalkan Orang Lain

Saling membanggakan satu sama lain itu baik, tapi tidak dengan saling mengandalkan satu sama lain. Sering kali dalam hal kebaikan apapun itu kita merasa bahwa diri sendiri belum pantas menjadi pelaksana tugas mulia itu dan merasa ada banyak orang lain yang lebih pantas dan lebih baik untuk melakukannya. Alhasil kita kehilangan begitu saja kesempatan berbuat baik itu.

Solusinya adalah menyadari bahwa Amar ma'ruf nahi munkar adalah kewajiban setiap orang termasuk diri kita, fastabiqul khoirot juga merupakan prinsip yang semestinya dipegang oleh seluruh umat yang ada di bumi ini. Surga itu tidak akan diberikan secara gratis dan cuma-cuma, namun surga diberikan kepada siapa yang memiliki banyak amal kebaikan. Maka, kumpulkan amal dan pahala sebanyak-banyaknya tanpa merugikan sesama. 

4. Menyendiri

Manusia adalah makhluk sosial, maka dalam hal apapun, termasuk dalam berbuat kebaikan kita membutuhkan orang lain. Ingat teman, bahwa surganya Allah terlalu luas jika kita huni sendirian. Merasa nyaman dalam kesendirian juga merupakan kondisi yang perlu diwaspadai, jangan sampai kesendirian yang kita jalani menjadi penyebab perbuatan yang mengarah pada dosa. Karena saat kita sendiri akan banyak setan yang datang menggoda untuk melakukan hal yang tidak-tidak, termasuk untuk nyaman dan tidak bersemangat dalam berbuat kebaikan.

Tidak apa, jika kamu menyendiri sejenak untuk sekedar menenangkan pikiran, tapi jangan terlalu lama, segera kembali berkumpul dengan rekan-rekan yang bisa mengajak kamu dalam berbuat baik, karena seringkali kita akan bersemangat ketika ada partner untuk melakukan kebaikan. Energi postif akan saling menyalur antara satu dengan yang lainnya.

Itulah beberapa hal yang biasanya menjadi sebab melemahnya semangat untuk melakukan kebaikan. Saya ingatkan kembali bahwa pemegang kendali terbesar atas diri kita dibawah Allah SWT adalah diri kita sendiri. Maka putuskan hendak kemana tujuan hidup yang kita jalani ini. Bersemangatlah!

Belum ada Komentar untuk "LEMAHNYA SEMANGAT BERBUAT BAIK DAN SOLUSINYA"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel