KAU HANYA PENGGODA IMANKU

Kau Hanya Penggoda Imanku - sigerkita.com

“Sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sekalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjuang dan orang-orang yang sabar di antara kamu sekalian.” (Q.S Muhammad : 31)
Sudah memutuskan untuk berhijrah dan berjanji hanya ada satu yang akan terus dilakukan yaitu “berusaha lebih baik” . Sudah mantab bertaubat dan menanggalkan segala keburukan serta maksiat dimasa lalu bukan berarti semua berhenti begitu saja dan tidak lagi mendapatkan ujian. Justru makin berat!.

Ujian di level ini mungkin tidak lagi terbungkus pada kesendirian, dan kepahitan hidup lainnya. Tapi bisa jadi ujian itu berbentuk kenikmatan-kenikmatan yang terus menerus Allah berikan. 

Mungkin kita sering mengira bahwa apa-apa yang kita minta sama Allah selalu mudah dan cepat terwujud padahal saat itu kita sedang tidak melaksanakan perintahNya, atau lalai melakukan yang Allah larang. Kita bahkan sering menganggap orang yang mendapat musibah dan bencana adalah ujian. Padahal kita lupa kitalah yang sedang dalam ujian itu karena terlena di tengah kenikmatan.

Seorang Imam pernah menjelaskan bahwa “Iman bukan sekedar angan-angan dan omong kosong. Tetapi ia adalah sesuatu yang mantab di dalam hati dan di benarkan oleh amal.”
Ketika merasa sudah menjadi lebih baik dibandingkan zaman-zaman sekolah dulu, sudah berada di antara lingkungan dan teman – teman yang baik sehingga kita sering menganggap beriman seutuhnya. Maka Allah memberitakan pada kita tentang kepastian untuk terus menguji seorang hamba sehingga nampak kualitas imannya. 

Allah berfirman :“Dialah Allah yang menciptakan kalian kalian lalu di antara kalian ada yang kafir dan ada yang mukmin” (Q.S. At-Taghobun : 2)
Lalu Allah tidak menyamakan antara dua golongan tersebut, baik di dunia dan di akhirat 
“Apakah kami jadikan orang-orang Islam itu seperti orang-orang jahat, bagaimana kalian membuat ketetapan?” (Q.S. Al-Qolam : 35-36)
“Apakah orang beriman itu seperti orang yang fasiq? mereka tidaklah sama” (Q.S. As-Sajadah ; 18)
Pembeda antara orang yang beriman dengan kafir adalah imannya. Ketika kita memutuskan untuk lebih baik, sangat diwaspadai saat ada perasaan cepat puas itu mampir dan singgah dalam diri, merasa sudah baik, dan sudah cukup ilmu. Kita punya kewajiban untuk terus belajar terutama ilmu agama dan terus berupaya memperbaiki akhlaq. 

Kadang pula kita lupa bahwa semakin banyak ilmu dan amalan yang kita lakukan jadi lebih membusungkan dada. Padahal semua ilmu dan kemudahan memperolehnya adalah berkat hidayah yang Allah berikan. Maka mari tetap rendah hati, terus berusaha lebih baik, dan merapat pada orang-orang yang berilmu. 

Dari Mush’ab bin Sa’d dari ayahnya Sa’d bin Abu Waqash dia berkata, saya bertanya, “Wahai Rosululloh, siapakah orang yang paling keras cobaanya?” Beliau menjawab, “Para Nabi, kemudian kalangan selanjutnya (yang lebih utama) dan selanjutnya. Seorang hamba akan diuji sesuai kadar keimanannya. Jika keimanannya kuat maka cobaan pun akan semakin berat. Jika keimanannya lemah maka ia akan diuji sesuai dengan kadar imannya. Tidaklah cobaan ini akan diangkat dari seorang hamba hingga Allah membiarkan mereka berjalan di muka bumi tanpa dosa.” (HR. Ibnu Majah).
Hadist di atas menjelaskan dengan kongkret bahwa dalam kondisi apapun kita, baik iman lemah atau imannya level up tetap tidak lepas dari ujian. Ujian setiap manusia berbeda. Mungkin dulu kita tergiur dengan hal-hal retjeh. Tapi semakin kesini ujian kita berbeda, seperti : tertarik pada pakaian-pakaian bagus, mengundang banyak followers, ingin terlihat baik, bahkan ingin dipuji karena kebaikan, ataupun hal-hal yang memikat hati seperti tertarik kepada lawan jenis dan masih banyak lagi. Na’dzubilah.

Bahwasannya syaitan selalu menggoda dari semua arah : depan, belakang, samping kiri, samping kanan, atas dan bawah. Teman jangan jadikan diri kita sebab oranglain berdosa! Mari sadari dan berbenahlah, sebab kita tidak tahu dosa kita yang mana yang menghambat Allah belum mewujudkan mimpi-mimpi kita. Mari ingat bahwa semua yang enak-enak hanya menjadi penggoda iman, fana dan tidak selamnya. Kembali pada Allah adalah lebih baik. Semoga kita selalu Allah mudahkan bertambah ilmu, dan berupaya terus memperbaiki diri, agar hal-hal yang menggoda iman mampu kita tangkis dan meningkatlah keimanan kita disisi Nya. Aamiin
(Referensi bacaan : Bersamamu Merengkuh Jannah-Sahabat).

Belum ada Komentar untuk "KAU HANYA PENGGODA IMANKU"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel