20 ORMAS WANITA MENGIKUTI KEGIATAN PENGUATAN JEJARING LEMBAGA MASYARAKAT MELALUI PENDIDIKAN KELUARGA BERBASIS GENDER

 

sigerkita.com

sigerkita.com - PD Salimah Lampung Tengah menjadi salah satu ormas wanita yang mengikuti kegiatan Penguatan Jejaring Lembaga Masyarakat melalui Pendidikan Keluarga Berbasis Gender dan dilanjutkan Pelatihan Sulam Kepang yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah di Gedung Siger Lt. 4 selama 2 hari (Selasa dan Rabu, 6-7 Juli 2021).

Acara ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK LT Mardiana Musa Ahmad dan dibuka oleh Bupati Lampung Tengah yang diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian, Eka Dian.

Mardiana menyampaikan, untuk dapat berperan aktif didalam pembangunan, perempuan harus banyak belajar dan membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan. Sehingga menjadi sumber daya pembangunan yang berkualitas.

“Dari sebuah keluarga, Bangsa Indonesia mampu bersaing dengan Negara maju di dunia,” lanjutnya. 

Mardiana mengutip dari Ir. Sukarno ‘Kalau perempuan itu baik, maka jayalah Negara. Jikalau perempuan itu buruk, maka runtuhlah Negara’. Dan sebuah ungkapan dari Muh, Hatta, ‘jika kamu mendidik satu laki-laki, maka kamu mendidik 1 orang. Jika kamu mendidik satu perempuan, maka kamu mendidik 1 generasi’.

Sedangkan, sambutan dari Bupati Lampung Tengah, ia menyampaikan bahwa gender adalah isu penting dan sering dikaitkan dengan emansipasi wanita.

 “Terjadi kesenjangan social antara partisipasi laki-laki dan perempuan dalam ruang sosial, control dan dalam memanfaatkan hasil pembangunan,” lanjutnya. 

Ia menambahkan, pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang utama dan merupakan landasan bagi pendidikan anak selanjutnya. 

Kegiatan ini dihadiri oleh 3 nara sumber, yakni: Rahayu Sulistiowati dan Meiliyana dari lembaga Penelitian Gender Unila, serta Rumadani Sagata dari Pusat studi Gender UIN Lampung.   

Rahayu menyampaikan bahwa keluarga merupakan lembaga pertama dan utama bagi pendidikan anak. Pendidikan keluarga merupakan  proses penanaman nilai serta pengembangan sikap dan prilaku individu.

“Pendidikan Keluarga Berbasis Gender (PKBG) merupakan proses penyadaran, pemahaman hak dan kewajiban peran laki-laki dan perempuan yang diintegrasikan melalui pendidikan kecakapan hidup (life skill),” lanjut Rahayu.

Meiliyana mengungkapkan, penguatan lembaga masyarakat untuk pendidikan gender pada masyarakat. Lembaga masyarakat diharapkan dapat member pengetahuan tentang melindungi hak-hak perempuan, membuka akses bagi perempuan untuk demokrasi dan keputusan ekonomi. 

Sedangkan Rumadani sagata menambahkan tentang reformasi kelembagaan. Perlunya PKBG bagi perempuan karena merupakan titik awal perubahan kehidupan perempuan. Yang akan berdampak pada kemajuan masyarakat yang lebih luas dan tentunya akan lebih baik. (Hertuningtyas, Humas PD Salimah LT) {RS}

Belum ada Komentar untuk "20 ORMAS WANITA MENGIKUTI KEGIATAN PENGUATAN JEJARING LEMBAGA MASYARAKAT MELALUI PENDIDIKAN KELUARGA BERBASIS GENDER"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel