Satu Nilai Keburukan Akan Menghapus Semua Kebaikan
Jumat, 28 Agustus 2026
Tambah Komentar
Hay.. ini cerita tentang seorang perempuan yang begitu totalitas dengan pekerjaannya. Pergi pagi, pulang sore bahkan di waktu tertentu ia lembur bisa hingga larut malam. Bukan 'lebay' tapi telah terjadi.
Sekarang Allah SWT sedang mengujinya dengan sakit. Orang menyebutnya gerd yang kemudian menjadi anxiety. Tidak hanya itu ia juga mengalami Abnormal Uterine Bleeding (AUB), yang membuatnya mungkin seperti anti-sosial, menjauh dari orang lain, sering marah, emosinya tidak terkendali, ingin diperhatikan lebih, merasa kedinginan terlebih udara AC yang mungkin bagi sebagian orang nyaman menikmatinya. Tak jarang tubuhnya terasa lemas, perasaan takut sering muncul ketika mendengar suara dari sound besar.
Hal-hal ini dialaminya hampir kurang lebih satu tahun yang membuatnya kurang aktif bahkan tidak aktif bekerja. Memang bukan tugas seorang wanita (yang sudah punya suami) untuk bekerja. Tapi ini adalah bentuk apresiasi dan cara mengekspresikan syukur atas nikmat pendidikan yag sudah ia tempuh.
Suaminya tak pernah sekalipun memintanya bekerja. Bahkan, gaji dari kerja nya sebagian besar atau bahkan seluruhnya ia gunakan untuk lebih banyak bersedekah.
Hari itu adalah hari yang menentukan. Statusnya sebagai pegawai daerah sedang diuji. Perpanjangan status untuk tetap menjadi pegawai diminta totalitasnya.
Tidak memandang sebesar apa pengorbanan nya selama ini. Tapi hari ini terlihat jelas.
Selembar surat pemberhentian yang dibuat oleh orang lain hadir di atas meja pimpinan. Hal ini menandakan ada yang menggantikan posisinya bekerja. Bukan soal satu tempat menjadi lubang riski, namun kemanusiawian dan empati nampak tidak hadir disini.
Dalam surat itu tidak berisi alasan meminta pemberhentian. Padahal sejatinya yang bersangkutan masih ingin bekerja, bahkan sedang berjuang melawan hal-hal yang membuatnya sakit dan berusaha pulih.
Tapi, manusia memang kadang lupa. Kapan ia ditolong, dibantu, bahkan berjuang bersama. Siapakah yg membuat suratnya? Rekan kerja sendiri. Hingga terasa aneh jika satu keluarga, satu pekerjaan, satu ruangan namun belum memiliki rasa empati. Tidak berukhuwah, sehingga bukan tabayun yang dilakukan, tapi langsung menyimpulkan dan berembuk untuk membuat surat pemberhentian.
Aneh, tapi nyata, untungnya manusia ini ditentukan oleh hati nya. Perempuan berhati lembut, karena kedermawanannya itu, dia hadir menghadap pimpinan. Keadaan ini tentu membatalkan surat yang ada dan menjadi titik temu bahwa kehidupan masih terus diperjuangkan.
"Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya." (Al-Zalzalah ayat 7)
Allah adalah sebaik baik pemberi balasan. Smoga Perempuan itu segera sembuh.
Allah mengganjarnya dengan kebaikan atas kesabarannya melawan sakit dan ikhtiarnya untuk sembuh. Juga pada semua yang terlibat membuat surat keputusan tanpa tabayyun, semoga Allah SWT melimpahkan karunia, dan kemudahan untuk terus menebar kebaikan bukan merusak persaudaraan.
rns.
Belum ada Komentar untuk "Satu Nilai Keburukan Akan Menghapus Semua Kebaikan "
Posting Komentar