TERNYATA MENULIS BUKAN PERKARA YANG SUSAH

Ternyata menulis bukan perkara yang susah - sigerkita.com
Inget ngga pas waktu SD tugas rutin dari guru bahasa Indonesia setelah usai liburan sekolah? Suruh nulis cerita kan. Kalo aku si, judul paling favorit waktu itu "Berlibur kerumah nenek". Entah liburan beneran atau ngga, penting tugas selesai. Hehe

Itu pas SD, wakti dimana umur masih sedikit artinya belum banyak hal yang kita lakukan, berbekal pengalaman seadanya buktinya kita bisa menuliskan apa yang ada dibenak kita, walaupun hanya separagraf misalnya.

Nah hari ini, mungkin temen-temen sudah berumur belasan atau bahkan dua puluhan keatas. Pastilah sudah banyak waktu yang temen-temen lakuin untuk sekedar memainkan peran kita dibumi ini. Sudah banyak pengalaman, sudah bertemu dan berkenalan lebih dari 200 orang, sudah pernah ke desa sebelah, kecamatan sebelah, kabupaten sebelah, provinsi sebelah, atau bahkan negara sebelah. Artinya saya yakin pasti temen-temen punya banyak hal yang bisa dikisahkan melalui tulisan.

Menurutku ada beberapa hal yang membuat orang sukar untuk menulis, beberapa diantaranya:

Pertama mindset, mindset ini memegang peranan yang sangat penting. Kebanyakan orang termasuk kadang saya pribadi punya minset kalo nulis itu susah, kenapa susah karena tulisan kita harus bagus, biar enak dibaca. Nah ini berkaitan sama naluri manusia yang suka menampakkan keindahan dalam dirinya, termasuk tulisannya. Sebenernya kita ngga ada yang nuntut kok kalo tulisan harus bagus, sesuai kaidah, ada data ilmiah, dan lain sebagainya. Lain halnya jika untuk di ikutsertakan dalam kompetisi lo ya.

Mulai hari ini mindset bahwa kalo kita menulis harus dapet tulisan yang bagus itu di delet dari otak kita. Kita nulis dapet tulisan stop sampai disitu, urusan bagus enggaknya tulisan kita. Itu bukan urusan kita.

Tentang tulisan yang lezat dibaca, banyak makna, dan lain sebagainya akan tercipta dengan sendirinya seiring banyaknya tulisan yang sudah kamu hasilkan.

Seperti saya buat tulisan ini, niat saya bisa buat tulisan hari ini tanpa peduli itu bagus apa enggak. Tulis-tulis aja.

Kedua, sebenernya perkara mindset itu kompleks jika dijabar termasuk ngeles ngga punya konten. Bukan ngga punya kontennya masalahnya, tapi NGELES nya itu lo. Tolong jangan banyak alasan, kalo nggak mau hidupmu gini-gini aja.

Ketiga, sibuk. Klasik banget ya alasan satu ini,   tidak dapat dipungkiri kita punya beragam hal urusan baik dunia maupun akhirat yang cukup menyita waktu kita sehingga kita tidak sempat untuk menulis. Menyisihkan waktu 10 atau 15 menit saja dalam hidup kita. Masalahnya, bukan sibuknya, tapi karena tidak menjadikan menulis dalam daftar kesibukan itulah masalahnya.

Perlu saya infokan bahwa saat tulisan ini dibuat, dirumah lagi mati lampu, sudah pasti gelap gulita. Aku nulis via Hp lewat arsip di WA, karena mati lampu jadi nyambi (sembari) nyenterrin mamakku yang lagi goreng tempe di dapur. Sesimple ini menulis bisa dilakukan apapun keadaannya.

Keempat, hanya ingin doang tidak benar-benar ingin. Bedanya orang ingin doang itu hanya sekedar diangan-angan tanpa ada aksi yang mengiringi angan itu. Kalau orang yang benar-benar ingin. Benar-benar ingin apapun itu termasuk menulis, mereka juga mengangankan tapi selepasnya atau beriringan dengan angan itu ada aksi nyata yang mengikutinya. So, aksi nyatakan anganmu.

Kelima, kufur nikmat. Lah  kok ? Ya. Allah itu maha baik, Dia akan menghadirkan orang-orang disekeliling kita yang bisa mengasah bakat dan keinginan kita. Dia memampukan barang-barang yang bisa mendukung angan kita menjadi aksi nyata, walaupun seadanya. Seperti misal kita pengen bisa punya karya tulisan, sehingga pas kelak kita meninggalkan minimal kita tak hanya meninggalkan nama. Nah diiringi dengan keinginan kita itu pasti Allah menghadirkan orang yang punya hobi sama dengan kita. Atau bahkan detik ini kamu adalah tipe orang yang sudah punya komunitas untuk itu. Itu keren. Sob, temen-temen yang punya visi sama, punya hobi sama, punya iklim yang sama, dan lain-lain asal tentang kebaikan itu kudu banget dipertahankan. Berdayakan. Punya temen harus dimanfaatin (maksudnya kita bermanfaat buat dia, dia bermanfaat buat kita - semacam simbiosis mutualisme). Kita orang kurang dalam hal itu, pasti dibutuhkan mereka. Bisa jadi karena melihat semangat belajar kita, orang yang kita anggap jauh lebih bisa itu jadi punya semangat yang konstan untuk melakukan kebaikan. Orang yang kuat butuh dikuatkan. Terlebih kalo kalau kita diposisi yang masih tahap belajar, kebaradaan temen yang jauh lebih bisa tentu sangat berguna untuk kita tanya-tanya.

Gadget yang kita punya, sejadul apapun itu, saat kamu bisa membaca tulisan dan mengakses portal ini artinya juga bisa digunakan buat membuat tulisan, sesederhana apapun itu.

Hubungannya sama kufur nikmat? (Semoga istilah yang aku pake bener). Kadang atau bahkan sering kita kurang mensyukuri hadirnya temen2 yang bisa mengupgrade diri kita, kurang mensyukuri kepunyaan-kepunyaan yang kita miliki. Aku perlu mengingatkan. Temen-temen, kita ngga boleh fokus sama kekurangan-kekurangan dalam hidup kita, sehingga kita bisa mati karya. Fokuslah pada kelebihan-lebihan yang kamu punya, dan manfaatkan itu sebaik-baiknya. Temen-temen juga ngga perlu menjadi yang terbaik, tapi temen-temen harus melakukan yang terbaik pada setiap apa yang sedang temen-temen kerjakan saat ini. Karya kita ngga boleh terbatas dengan keterbatasan yang kita miliki. Jangan banyak alasan.

Itu saja dulu beberapa hal tentang kenapa seseorang berada dititik anggapan bahwa menulis itu perkara sukar. Tak lengkap rasanya jika tulisan sederhana ini tak diiringi dengan hal yang bisa memudahkan kita dalam belajar membuat tulisan.

Temen-temen, saat kita hendak memulai, apapun itu, termasuk perkara menulis saranku mantepin dulu niatnya. Kita menulis buat? Buat keren-kerenan kah? Biar dibilang hebat karena punya tulisankah? Atau apa. Karena hal apapun tanpa didasari dengan niat yang benar akan mentok adanya. Jikapun saat ini temen-temen ada di fase kementokan itu, bukan perkara yang salah karena telah berniat buat belajar menulis, yang perlu dilakukan adalah mengupgrade niat. Luruskan niat, Satukan langkah, eratkan ukhuwah.

Nulis aja dulu. Aku tidak menyarakan saat temen-temen ada ditahap belajar nulis, sedang tulisan itu bukan untuk kepentingan kompetisi, temen-temen meminta dikoreksi orang yang lebih tau. Jangan. Biarlah angan dan imajinasi kita terbang bebas dalam menuangkan kata dan kalimat yang ada, tanpa harus dihantui rasa khawatir ini itu. Kalaupun ada yang mengoreksi, alhamdulillah diterima dengan baik dan menjadi bahan perbaikan. Beda cerita kalau kamu berada disebuah komunitas lo ya, saling mengoreksi kudunya menjadi hal yang wajib. Biar kualitas tulisannya nggak gitu-gitu aja. Tapi kalo masih newbe. Udah deh, tulis aja dulu apa yang pengen kamu tulisan.

Berani membuat konten yang sudah pernah dibuat orang lain. Seperti yang aku lakukan saat ini, aku tau ada puluhan artikel yang membahas hal yang sama dengan yang aku tulis. Tapi aku ngga peduli, aku ingin menulis topik ini, ya aku tulis aja. 

Yakini bahwa sejelek apapun tulisan kita, pasti mendatangkan pelajaran bagi orang-orang yang membacanya, terlebih diri kita.

Sekian, saya bukan penulis hebat. Mari kita berproses bersama untuk menghebat bersama. Untuk siapapun kamu yang kebetulan sampai pada akhir tulisan ini. Yuk berteman denganku, follow ig ku di bagian ABOUT website ini ya. Kita bisa diskusi banyak tentang banyak hal. Siapa tau kita punta hobi sama. Terimakasih banyak, semoga bermanfaat.

Note:
Gambar hanya pemanis, jangan di ciein. Wk. Foto ini diambil oleh Shofi di depan menara Petronas QLCC. Inframe: Debi Pranata dan Kak Anisa. CIP.

Belum ada Komentar untuk "TERNYATA MENULIS BUKAN PERKARA YANG SUSAH"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel